Agus mejelaskan, pihaknya tidak berbisnis dengan warganya sendiri, namun ingin mengajarkan warga untuk berbisnis. 

“Jangan dianggap kami sedang berbisnis dengan warga kami sendiri.  Nanti salah paham dan salah tafsir soal kata bisnis ini.  Di sini kami mengajarkan warga untuk berbisnis. Karena warga sendiri yang tentukan harga, kami hanya sebatas menyediakan tempat, pola alur serta administrasi bisnisnya, agar terarah dan berdaya saing,” jelas Agus. 

Agus berharap, pihak-pihak yang memiliki akses pasar tenun ikat untuk bekerja sama dengan pihak Galeri Songke Lamba Leda Utara.

“Saya harap bagi pihak yang punya akses pasar tenun ikat songke untuk bekerja sama dengan Gallery kami, agar bisa membantu warga kami dalam mempertahankan usaha tenun ikat di masa pandemi COVID-19 ini,” harap Agus

Ia mengajak semua pihak yang memiliki kepedulian yang sama bagi wirausaha kecil, dan menengah di bidang tenun ikat songke, untuk berkolaborasi bahu membahu mengangkat pasar Songke Lamba Leda Utara ke level yang lebih pantas.