Sebelum diperparah oleh pandemi, faktor-faktor seperti keamanan pangan, kurangnya keragaman nutrisi, dan penyakit yang berulang telah menjadi penyebab dasar dari stunting di NTT.

Menanggapi hal ini, organisasi non-profit 1000 Days Fund membangun ISCE di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang saat ini masih memiliki tingkat stunting tertinggi di NTT. 

“Bersama Pemerintah Kabupaten TTS, Dinas KB TTS, BKKBN NTT, dan IshK Tolaram, kami mengundang seluruh mitra untuk bergabung bersama kami melawan stunting di Indonesia melalui Impact Stunting Center of Excellence. Dengan menjadi pusat pelatihan dan penyebaran alat dan teknologi baru, ISCE akan berkontribusi dalam mencapai target mengurangi stunting di Indonesia menjadi 14% pada tahun 2024,” kata Mei Tatengkeng, Deputi Direktur 1000 Days Fund dan menambahkan, “Melalui proyek ini, kami ingin menunjukkan bahwa upaya kemitraan multisektoral adalah jalan menuju penurunan stunting di Indonesia.”

Peresmian ISCE TTS ini sekaligus menandai dimulainya training untuk 32 orang tenaga kesehatan dari 8 puskesmas yang ada di TTS. Training yang mengawali dimulainya operasional ISCE TTS ini akan berlangsung selama dua hari dan mencakup berbagai modul edukasi untuk membangun pemahaman mendalam soal stunting untuk semua tenaga kesehatan yang berpartisipasi.