“Kami mengakui bahwa pengurusan administarsi kependudukan masih mengalami banyak persoalan, dan kurang optimalnya pelayanan. Sehingga dengan kerjasama ini dapat memberikan percepatan pelayanan akta kelahiran bagi masyarakat,” jelas Bupati Djafar.

Menurut Bupati Djafar, program pembangunan Pemerintah Daerah tidak akan berjalan baik dan berhasil, jika tidak didukung penuh oleh masyarakat, lembaga swasta, dan mahasiswa.

“Karena adanya kerja sama ini merupakan bentuk kontribusi positif agar apa yang kita harapkan bisa terealisasi dengan baik,” terangnya.

Bupati Djafaf berharap kepada mahasiswa KKN untuk dapat menjadi agen yang mampu memberikan pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menaati Protokol Kesehatan.

“Karena daerah kita masih dalam proses penanganan oleh Pemerintah Daerah, meskipun dari hari ke hari mengalami penurun angka orang yang terkonfirmasi positif COVID-19,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan KKN dilakukan di 29 desa, yang tersebar di empat Kecamatan, di antaranya Ende Timur, Ndona, Ende, dengan jumlah peserta KKN 273 orang mahasiswa. (*)