Sementara Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Iriawan Atmaja menyampaikan, para pedagang pengguna QRIS akan mendapat akses kredit permodalan dari Bank, maupun dari lembaga keuangan lainnya.

“Jadi ini dalam rangka membangun ekonomi kita, sehingga pertumbuhan ekonomi kita mudah-mudahan di atas 7% di tahun-tahun mendatang,” kata I Nyoman Iriawan Atmaja.

Ia berharap, Bank NTT sebagai agent of development bersama Bank Indonesia, bisa menyosialisasikan penggunaan QRIS kepada pedagang pasar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT.

Nelcy Ninu selaku pedagang sayur di Pasar Kasih Naikoten yang mulai menggunakan QRIS Bank NTT mengaku senang, karena bisa bertransaksi dengan mudah, cepat, dan sehat.

“Saya akan gunakan QRIS setiap hari dan uang bisa langsung masuk ke rekening Bank NTT. Saya bisa mulai tabung, dan kalau kekurangan, bisa pinjam untuk modal,” jelas Nelcy Ninu.

Senada, H. Suhardiman yang berprofesi sebagai penjual es di Pasar Kasih Naikoten menyampaikan, setiap pengunjung bisa menggunakan QRIS untuk membeli es di tempatnya.