“Penggunaan QRIS membuat masyarakat terhindar dari praktek uang palsu, dan juga untuk menjaga kedaulatan uang, di mana selama ini ketika tidak ada uang kecil untuk pengembalian, maka ditukar dengan permen. QRIS adalah salah satu media untuk menjaga kedaulatan uang rupiah,” jelas Dirut Alex Riwu Kaho kepada wartawan di Pasar Kasih Naikoten, Selasa 24 Agustus 2021.

Ia menambahkan, ke depan penggunaan QRIS akan disosialisasikan secara masif kepada para pedagang di seluruh NTT, sehingga bisa digunakan sebagai alat untuk bertransaksi.

“Hari ini sekitar 50-an. Target kita sekitar 300. Mudah-mudahan teman-teman akan melanjutkan sosialisasi QRIS kepada pedagang di pasar Oebobo, Oesapa dan Kuanino. Semua pasar di NTT kita masuk untuk digitalisasi pembayaran,” imbuh Alex Riwu Kaho, yang juga adalah Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT itu.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyerahkan barcode QRIS kepada penjual es di Pasar Kasih Naikoten, Kota Kupang / Foto: Ama Beding