Sianipar menyampaikan, ada beberapa program kerja yang sudah dilaksanakan oleh TPKAD yang sudah ada saat ini, dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti di Kabupaten Flores Timur.
“Di sana kita berikan Kredit Merdeka dari Bank NTT. Ini merupakan sebuah produk untuk memberantas atau melawan praktek ijon. Kemudian juga bagaimana kita memperluas akses KUR (Kredit Usaha Rakyat), kita juga mendesain ekosistem pembiayaan produk unggulan atau sektor prioritas seperti peternakan maupun pertanian, serta meningkatkan kebiasaan menabung sejak dini kepada anak-anak sekolah melalui program satu rekening, satu pelajar,” urai Kepala OJK Robert Sianipar.
Sementara Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Iriawan Atmaja mengatakan, hapir 65% kredit masyarakat NTT dialokasikan ke sektor konsumsi.
“Ini perlu dipahami bersama bahwa kalau mau ke tujuan pertumbuhan ekonomi, kredit-kredit perlu diarahkan ke sektor-sektor produktif. Kami berharap dengan TPAKD, akan terjadi realokasi kredit ke sektor-sektor produktif,” kata I Nyoman Iriawan Atmaja.
Ia menjelaskan, di NTT ada banyak komoditi unggulan seperti rumput laut, sapi, garam, mente, kopi dan beberapa komoditi unggulan lainnya. Jika kredit-kredit diarahkan ke sektor produksi komoditi unggulan, tentu akan berdampak pada sektor lain, sehingga ekonomi NTT bisa meningkat.
“Tetapi catatannya adalah bagaimana persiapan dari sektor itu dan juga pembinaan maupun pendampingan dari lembaga teknis pemerintah daerah. Ini beberapa hal yang menjadi pendorong untuk pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
I Nyoman Iriawan Atmaja berharap dengan adanya lembaga TPAKD, kendala-kendala teknis masyarakat dalam mengakses permodalan, bisa diselesaikan secara cepat dan tepat.
“Tidak ada lagi keluhan-keluahan yang tidak kita respon dengan baik. Kalau kita merespon dengan baik, tentu tidak ada masalah lagi dalam penyaluran kredit di NTT,” tandasnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Tri Budhianto mengatakan, sampai saat ini penyaluran dana KUR baru mencapai Rp1,7 Triliun.







Tinggalkan Balasan