“Angka kemiskinan per Maret 2021 turun 0, 22% menjadi 20, 99% dari 21,21% pada September 2020; ekonomi bertumbuh menjadi 4,22% pada triwulan II 2021 (y-on-y) dan 5, 03% (q-to-q),” jelas Lery Rupidara.

Optimisme perkembangan ekonomi ini, menurut Lery Lupidara, merupakan tanggungjawab semua elemen baik itu pemerintah, masyarakat dalam arti luas maupun swasta/dunia usaha.

“Dengan Visi NTT Bangkit Mewujudkan Masyarakat Sejahtera, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A Nae Soi, mengintegrasikan semua gerak untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat kehidupan masyarakat dan daerah,” ucap Lery Rupidara.

Dalam spirit kerja sistem tersebut, terdapat apa yang disebut target percepatan akses keuangan daerah, yang dibantu, difasilitasi, dan diwujudkan melalui kelembagaan, salah satunya adalah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah disingkat TPAKD, yang telah terbentuk di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

“Acara pengukuhan pengurus organisasi TPAKD Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT dirangkai dengan kegiatan riil keuangan atau pembiayaan ekonomi masyarakat, dengan prinsip kolaboratif, partisipatif dan sustainability,” jelas Lery Lupidara.