“Saya sudah tanyakan penyidiknya. Berkas masih harus dilengkapi atau P-19,” ujar Ipda Budi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat 20 Agustus 2021.

“Kita berharap berkasnya bisa P-21 dalam waktu dekat untuk kemudian dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke pihak kejaksaan,” tambahnya.

Marsel Ahang diduga telah melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 UU NO 11 tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE).

Pasal ini menyebut, barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Penyidik Reksrim Polres Manggarai kala itu menetapkan Marsel Ahang yang masih berstatus anggota DPRD Manggarai menjadi tersangka. Pemeriksaan Marsel sebagai tersangka dilakukan pada 1 Agustus 2021.