Ambros mengakui, bantuan dari total dana Rp10,6 Miliar tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Namun akan disalurkan dalam bentuk barang, berdasarkan kebutuhan dari masyarakat.

“Kita pastikan akan memberikan bantuan dalam bentuk barang. Dan proses pengadaan barang juga bukan semata dilakukan di Kupang. Jika barang kebutuhan mereka tersedia di Kabupaten masing-masing, maka kita lakukan pengadaan di sana,” ucapnya.

Alasannya, jika semua barang diadakan di Kota Kupang, maka pihaknya akan membutuhkan lagi biaya untuk mendistribusikan barang ke lokasi tujuan.

“Konsekuensinya di biaya distribusi. Karena dari dana Rp10,6 Miliar, tidak bisa diambil untuk biaya distribusi barang. Itu murni untuk melakukan belanja bagi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT akan mendistribusikan bantuan berupa tandon air, serta kebutuhan lain bagi masyarakat di Kabupaten Lembata, Alor dan Flores Timur.

Pasca badai seroja, tiga wilayah Kabupaten yang disebutkan di atas mengalami dampak yang sangat besar, namun hingga saat ini, pengungsi yang belum terurai secara baik, terdapat di Kabupaten Lembata.