“Bayangkan, biasanya jam begini saya sudah bisa dapat uang sekitar Rp80-Rp90 ribu rupiah. Tetapi dengan diberlakukan swab di tempat, pengahasilan saya hanya Rp20-Rp30 ribu rupiah saja. Ini teradi karena penumpang tidak mau menggunakan jaza ojek untuk pulang ke rumah,” terangnya.
Dengan demikan, Irwan sangat berharap kepada pihak pemerintah untuk segera mengakhiri kegiatan swab ditempat, sehingga kegiatan ekonomi masyarakat, khsusnya ojek bisa kembali normal seperti dulu.
“Karena, jujur saya sangat kwatir, jika hal ini terus berlanjut. Bagaimana saya bisa membayar hutang koperasi yang di pinjam untuk memenuhi kebutahan kami sehari – hari,” pungkas Irwan. (*)
Halaman



Tinggalkan Balasan