“Yah, saya sebagai anak pertama atau sulung, saya juga harus bisa membiayai adik-adik saya semampunya,” ungkap Afni dengan mata berkaca-kaca.

Meski kesehariannya ia sibuk mencari nafkah, tetapi kewajibannya untuk merawat kedua orang tuanya tetap dia laksanakan.

“Saya dan adik Jef (Yohanes) setia merawat. Selain makan, Kami juga memandikan mereka setiap dua kali dalam seminggu, bahkan membuang kotoran mereka dan itu kami kerja secara bergantian,” ucap Afni.

Untungnya, keluarga Afni telah tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan mendapat 10 Kg beras per bulan, yang diterima tiga bulan sekali.

Hingga saat ini, Afni dan adik-adiknya tinggal bersama di sebuah gubuk reyot kecil yang berukuran 4×3 meter, yang hanya berdinding pelupuh bambu juga terlihat kian lapuk, serta berlantaikan tanah.

Afni mengaku menerima semua keadaan keluarganya dengan lapang dada. Namun di balik itu, Afni terus mendaraskan doa, dan terus berharap, agar kedua orang tuanya sembuh, dan bebas dari sakit yang diderita selama ini. (*)