Sementara Kapolsek Oebobo, AKP Madgalena G. Mere, yang hadir saat kejadian, menegaskan kejadian tersebut bukan perampasan jenazah. Namun pihak keluarga ingin membawa pulang jenazah.
“Tadi dari keluarga itu bukan melakukan perampasan, mereka mau bawa pulang,” tegasnya.
Dia menjelaskan, pihak kepolisian bersama Satgas pun melakukan edukasi dan menyampaikan hasil swab antigen dari RS Siloam bahwa korban positif COVID-19.
Pihaknya memberi pengertian kepada keluarga bahwa, pemakaman harus dilakukan secara Prokes untuk mencegah penyebaran kasus COVID-19.
“Pihak kepolisian dan satgas hanya membantu dan memfasilitasi agar penanganan jenazah sesuai dengan Prokes yang berlaku,” terangnya.
Dia kembali menambahkan, keluarga tidak melakukan perampasan. Justru mempercayai hasil swab antigen. Namun diduga penanganan yang lama oleh pihak RS Siloam sehingga keluarga sempat ngamuk.
“Mereka tidak merampas, mereka mau bawa pulang. Mungkin keluarga merasa terlalu lama jadi mereka mau bawa pulang. Setelah kita melakukan pendekatan dan edukasi, mereka menerima,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan