Kristoforus juga berharap kepada para petugas medis puskesmas, untuk tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat seperti biasanya.
Sementara Kapolsek Wewaria, Ipda Dantje Dima, ketika dikonfirmasi media melalui sambungan telepon membenarkan kasus dan video permintaan maaf dari Kristoforus tersebut.
“Ya benar, setelah kita dapat informasi melalui gugus tugas, saya langsung memerintahkan anggota saya untuk cek ke lapangan, dan ternyata benar,” jelasnya.
Menurutnya, peristiwa bermula ketika seorang pasien yang terpapar COVID-19, hendak menjalani rapid test swab antigen. Saat hendak rapid test antigen, terjadi insiden dengan petugas medis, karena masyarakat di wilayah tersebut tidak yakin dengan adanya virus COVID-19.
“Hal itulah yang menjadi kendala di desa, karena masyarakat tidak mau swab. Mereka khawatir ketika swab dan hasilnya dinyatakan positif maka mereka harus isolasi mandiri dan meninggalkan pekerjaan pokok mereka sebagai petani,” ungkapnya.
“Itulah yang menjadi kendala buat kami tim yang tergabung dalam gugus tugas yang ada di Kecamatan untuk melakukan tindakan-tindakan demi pencegahan ataupun penaganannya,” sambung Ipda Dantje Dima.



Tinggalkan Balasan