“Itulah yang menjadi kendala buat kami tim yang tergabung dalam gugus tugas yang ada di Kecamatan untuk melakukan tindakan-tindakan demi pencegahan ataupun penaganannya,” sambung Ipda Dantje Dima.

Ia menambahkan, dari hasil investigasi, sebenarnya pelaku tidak ada hubungan keluarga dengan korban. Namun sebagai masyarakat, pelaku merasa kecewa dengan penanganan yang dilakukan gugus tugas. Pelaku berharap ke depannya, pihak gugus tugas lebih fokus dan merata dalam pengontrolan.

Sebagai bagian dari gugus tugas, Ipda Dantje Dima menyatakan kejadian tersebut merupakan hal yang wajar. Karena mungkin tekanan psikologis yang dialami masyarakat, dari situasi hari ini.

“Yang paling penting pelaku berharap bahwa pihak gugus tugas lebih pro aktif. Dan terkait persoalan itu, pihak korban sejauh ini menempuh jalur hukum,” tandasnya. (*)