“Petugas tidak melarang keluarga pasien. Sebelum keluarga meninggal, pasien sering keluhkan kondisi yang dialami saat di dalam ruang isolasi. Saat hendak mandi, mencuci muka dan sebagainya, itu serba sulit.” Kata seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.
Dia mengisahkan, malam hari ketika merasa haus, buang air kecil, BAB serta kebutuhan lainnya, terpaksa harus ditahan karena petugas selalu stand by. Padahal situasi genting seperti itu merupakn situasi yang paling membutuhkan bantuan orang lain.
Namun, kata dia, kondisi yang dialami bukan sepenuhnya kesalahan dari petugas medis. Karena mereka sudah bekerja secara maksimal untuk menangani semua pasien yang ada.
“Mereka juga adalah manusia biasa. Karena itu, pengalaman dari apa yang terjadi terhadap Mama saya harus diperbaiki untuk pasien lain,” ucapnya.
Dia berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai untuk menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi anggota keluarga pasien COVID-19 untuk ikut serta merawat keluarganya.



Tinggalkan Balasan