“Ini kan hal yang membiarkan COVID-19 berkembang dan menjangkit kita semua. Itu makanya saya marah sekali,” ungkap Gandut.

Melihat kondisi tersebut, Gandut lantas memerintahkan pihak RSUD Ben Mboi Ruteng untuk segera membuat sekat pembatas antara ruangan IGD pasien COVID-19, dan ruangan IGD untuk pasien umum.

“Hari ini juga buat sekat pembatasan. Cek juga ruangan lain yang bisa dimanfaatkan untuk IDG. Sementara untuk pasien COVID-19 cari ruangan lain. Bagaimana caranya uang COVID itu digunakan,” jelasnya.

“Ini pernyataan saya keras sekali. Sebagai salah satu masyarakat di Manggarai saya marah sekali, sedih lihat kondisi begini.” ungkap Gandut sambil meneteskan air mata, karena ptihatin melihat pelayanan pasien di RSUD Ben Mboi Ruteng.

Dia menjelaskan, dirinya sangat prihatin melihat kondisi pelayanan pasien di rumah sakit. Kondisi tersebut sudah diadukan ke Bupati Kabupaten Manggarai, namun ketika dihubungi, nomor ponsel bupati sedang tidak aktif.

“Sedih sekali. Bagaimana tenaga kesehatan (Nakes) kita ketika nanti pasien dan keluarga pasien datang. Kalau dibiarkan begini, perasaan saya sebagai seorang ibu sangat hancur,” tetangnya.