“Kami sadar, bahwa ini bukan merupakan pekerjaan yang gampang. Tetapi kami akan coba dengan cara kami sendiri,” ungkap Siena.
Selanjutnya, DPD PAN mengunjungi 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai untuk menemui pengurus DPC. Dan ternyata simpati dan kepercayaan masyarakat terhadap PAN mulai memudar atau menurun.
“Artinya, mungkin ada kejenuhan kepada PAN. Sehingga, kami akan membenah lagi manajemen partai agar masyarakat kembali mempercapai PAN,” terangnya.
Untuk meraih kepemimpinan dalam dunia politik bukan merupakan sebuah hal mudah bagi kaum wanita. Berkat militansinya, Siena hadir sebagai Ketua DPD PAN untuk melayani dan memperjuangkan kepentingan rakyat Kabupaten Manggarai.
Kepercayaan yang dimandatkan kepadanya merupakan sebuah bentuk amanah dan panggilan terberat yang harus dijalani. Meski dirinya mengakui tidak hebat.
“Setelah saya di pilih, memang ini adalah amanah dan panggilan terberat bagi saya, karena saya tahu betul saya bukanlah perempuan hebat, tapi saya akan belajar dari tokoh yang hebat, mentor atau guru Alm. Bapak Lorens,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan