Ketika dikonfirmasi oleh media ini, pihak Apotek mengatakan bahwa obat tersebut dijual dengan harga Rp150.000. Harga tersebut diperoleh dari harga Anugerah Argon Medica yang ada di Kupang.

“Yang jual kemarin 150.000, ini HET dari pabrik pak. Kemudian yang membeli ke pabrik adalah PBF (Pedagang Besar Farmasi), sedangkan kami beli dari PBF. Jadi sebenarnya soal HET itu kami dapat harga Rp118.000 dari Anugerah Argon Medica (AMM) Kupang, ditambah dengan Pph dan Ppn menjadi Rp130.000. Jadi sebenarnya klarifikasi ini harus ke AMM di sana, bukan ke kami,” ungkap dr. Pius selaku pemilik Apotek Omega itu kepada Koranntt.com, Sabtu 6 Juli 2021 siang.

Pius juga tidak menyangkal soal type harga obat yang mencoret HET dengan menggunakan tinta spidol, lantaran hal itu dilakukan untuk menghindari perdebatan dengan para pembeli, yang tidak paham dengan situasi jual beli antara Apotek dengan pihak distributor obat.

“Soal menutup HET dengan spidol, itu cara kami menghindari perdebatan dengan pembeli, karena pembeli tidak paham dengan situasi ini,” terangnya.