“Harga obat Stesolid di Apotik Omega, ditutup pakai tinta spidol, sehingga harganya mencapai Rp150.000,” ungkap Yosep.

Ia berharap kepada pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas terkait adanya penjualan obat di atas harga HET ini. Pasalnya, ekonomi masyarakat saat ini sedang terganggu di tengah wabah virus Covid-19 yang merebak.

“Saya berharap kepada pemerintah untuk segera menindaklanjuti. Kasihan kami sebagai masyarakat yang membtuhkan, apalagi pada saat pandemi, obat-obatan ini sangat diperlukan, sedangkan kondisi ekonomi atau pendapatan kami kini sedang sulit,” harapnya.

Selain itu, Yosep meminta pihak Kepolisian juga menindak tegas para penjual, agar tidak seenaknya atur harga obat di Apotek.

“Apalagi pandemi Covid-19 begini, masyarakat tambah miskin, makan nasi dengan garam saja. Mohon dari Pemerintah juga, khususnya Pemkab Manggarai harus melindungi masyarakat, jangan bikin tambah melarat. Berkaitan obat yang habis, kami minta Dinkes Kabupaten Manggarai, agar stok obat jangan tunggu habis. Kasian pasien di Rumah sakit, seperti kami peserta BPJS Mandiri sudah bayar iuran setiap bulan, masih saja beli sendiri obat, yang harganya di apotek sangat mahal,” tandas Yosep.