Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Lopo Di@ Bisa Bank NTT di Desa Tuamese. Setiap produk UMKM yang laku terjual di Lopo Di@ Bisa Bank NTT Desa Tuamese, akan dipotong sebesar 2% untuk dana pendidikan.
“Jadi hasil penjualannya nanti, akan dipotong langsung untuk tabungan pendidikan. Sedangkan sisanya diserahkan kepada kelompok pengembangan usaha dan kebutuhan mereka,” tandasnya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan apresiasi kepada Kades Tuamese, Mesak Adu yang telah mewajibkan warganya menabung sejak dini di Bank NTT.
Menurutnya, gerakan literasi keuangan memang sedang dikampanyekan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar masyarakat yang ada di desa-desa bisa tahu manfaat dari tabungan.
“Ini langkah yang luar biasa untuk mendukung literasi keuangan menabung sejak dini, yang dicanangkan oleh OJK. Kita sampaikan apresiasi. Semoga gerakan ini ditiru oleh seluruh Kepala Desa di seluruh Nusa Tenggara Timur,” pungkas Dirut Alex Riwu Kaho. (*)



Tinggalkan Balasan