Pada akhirnya kita dapat memahami bahwa dalam situasi tapal batas kemampuan manusia, kita cenderung gegabah mengambil kebijakan nilai hidup, kita kadang membuat opini sesuka hati, kita kadang tidak pernah mengoreksi diri. Kita malah menyalahkan Tuhan karena kita berpikir Yesus _tidur_. Yesus tidak peduli. Yesus masa bodoh dengan fakta hidup yang kita alami.
Cuma satu hal yang diminta Yesus dari kita yang dibuat dalam pertanyaan? Mengapa kalian tidak percaya? Percaya itu butuh tindakan konkrit agar tidak menjadi pribadi yang pincang dalam memaknai Tuhan yang tak pernah pincang mencintai kita.***
Halaman







Tinggalkan Balasan