“Pasca badai seroja, langsung ada laporan dari masyarakat. Dan hasil survei kita, ada lima rumah yang rusak. BPBD juga sudah datang untuk pemeriksaan fisik rumah. Namun hingga kini belum ada intervensi atau kejelasan,” jelas Yohanes Fransiskus.
Untuk proses verifikasi, pihak BPBD hanya menyampaikan kepada masyarakat untuk bersabar, karena bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap dan menyeluruh.
“Mereka hanya sampaikan untuk sabar. Sehingga saya sangat terganggu dengan warga. Karena selalu ditelepon dan SMS. Semetara saya tidak bisa pastikan kapan bantuan itu datang,” jelasnya.
Dia berharap agar laporan bantuan untuk Desa Copang Namut segera ditindaklanjuti, karena pihak desa telah membuat laporan surat resmi kepada dinas terkait.
“Harapannya lebih cepat lebih bagus supaya kami disini jangan dinilai tidak bekerja atau mengabaikan dari berbagai jenis laporan,” pungkasnya.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, hingga kini belum berhasil dikonfirmasi media.*







Tinggalkan Balasan