Selain promosikan kain tenun, kata Erwin, pihakya juga mendekati cotumer untuk menjual masker bermotif tenun melalui jasa influencer.

“Untuk penjualan masker, saya dapat orderan sekitar 300-400 Pcs, yang dipromosikan melalui konten dan filosofi yang bagus. Semua produk Padu Padan dikirim menggunakan jasa JNE,” ungkapnya.

CEO Moringakoe, Xaverius Sondakh mengatakan, di tengah pandemi covid-19, pihaknya justru mendapatkan peningkatan orderan yang sangat drastis.

“Karena saat pandemi, semua orang tentu hanya di rumah. Sehingga permintaan cemilan naik. Jadi mereka hanya main gadget dan langsung pesan. Sehingga kita mengalami peningkatan selama pandemi,” ungkap Xaverius.

Meski mengalami peningkatan orderan, pihaknya cukup kesulitan untuk mendistribusikan semua pesanan dari customer. “Challengenya adalah ketika ada peningkatan orderan, terjadi lockdown. Jadi itu yang menjadi malasah kita,” ujarnya.

Dalam melayani customer, Moringakoe memiliki service orientasi yang melebihi batas.

“Itu merupakan cara-cara kita berkominikasi dan memulai sesuatu. Jadi kita memiliki produk, dan bagaimana cara kita mendekati langganan kita,” tandasnya.*