JNE Kupang juga menerima semua jenis kiriman dari para pelaku UMKM. “Contohnya Se’i, kita harus koordinasi dulu. Takutnya Se’i hanya bertahan selama 2-3 hari dan rusak. Sehingga kita harus diskusikan lagi sama costumernya,” ungkap Emi.

Sementara CEO Padu Padan Tenun NTT, Erwin Yuan mengatakan, Padu Padan Tenun NTT sangat bangga terhadap kain tenun buatan lokal yang ada di Nusa Tenggara Timur, karena kain tenun NTT sangat mahal di pasaran.

“Meskipun kita tidak kenal mama-mama penenun, kita akan tetap hargai karya mereka. Kita juga mungkin mendapatkan wawasan baru dari mereka,” jelas Erwin Yuan.

Menurutnya, di tengah pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, strategi yang digunakan untuk mempromosikan semua kain tenun adalah dengam cara membuat konten video dan mengkampanyekan melalui media sosial.

“Saya punya strategi, yaitu memiliki komunitas profesional di Kota Kupang yang mampu promosikan produk saya, dan semuanya merupakan anak milenial. Terbukti sudah banyak selebritis yang membeli produk dari Padu Padan Tenun,” jelasnya.