Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan merupakan hal khusus untuk identitas dari enam orang pendemo yang datang berdemo di ruang DPRD, tanpa identitas atau KTP yang jelas.

“Mereka datang menyatakan sikapnya untuk menuntut saya turun dari jabatan sebagai Ketua DPRD Kota Kupang,” jelasnya.

Sebagai Ketua DPRD Kota Kupang dan mewakili keluarga, Yeskiel Loudoe menyampaikan permohonan maaf terkait rekaman dan foto miliknya yang telah dipublikasi, dan menyinggung perasaan umat Katolik dan etnik Flores pada umumnya.

“Secara pribadi dan Ketua DPRD, serta keluarga, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan umat Katolik mulai Uskup, Pastor dan para tokoh etnik suku Flores dan segenap umat Katolik. Yang terpublikasi ke medsos merupakan sebuah kekeliruan,” tandasnya.*