Jika DPRD tidak segera menangani masalah tersebut, bukan tidak mungkin, dalam jangka waktu dua tahun kedepan, seluruh danau yang ada di Kelimutu mengalami kekeringan.

“Jika ini terjadi, kami warga Kelimutu akan mendapatkan dampak langsung dari peristiwa itu. Karena banyak masyarakat sekitar dan pelaku wisata menggantungkan hidupnya pada objek itu,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat danau tersebut kering, maka akan menyebabkan letusan. Karena gunung Kelimutu merupakan gunung berapi yang masih aktif hingga sekarang.

Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso, menyampaikan, sebagai ketua DPRD Ende bahwa pihaknya akan segera merekondasikan kepada komisi tiga yang untuk memanggil pihak – pihak terkait, guna mendapat penjelasan.

“Saya berterimah kasih kepada P3MK, yang sudah pro aktif datang menyampaikan aspirasinya. Ini merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa dari teman – teman P3MK. Terkait dengan pengaduan ini, kami secara kelembagaan akan segera memanggil pihak – pihak terkait,” jelasnya.

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak Taman Nasional Kelimutu (TNK), Sokoria Geotermal Indonesia (SGI), Badan Fulkanologi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pariwisata untuk mendapat penjelasan terkait dengan turunnya debit air tersebut, ” tutur Finsen Sangu.