“Dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak Taman Nasional Kelimutu (TNK), Sokoria Geotermal Indonesia (SGI), Badan Fulkanologi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pariwisata untuk mendapat penjelasan terkait dengan turunnya debit air tersebut, ” tutur Finsen Sangu.
Katanya, pihak DPRD belum bisa memastikan penyebab terjadinya penurunan debit air tersebut, sebelum dilakukan kajian – kajian ilmiah oleh lembaga – lembaga yang memiliki kompentensi di bidangya.
“Namun sebagai lembaga perwakilan rakyat, kami akan terus berupaya agar seluruh pihak – pihak yang terkait mampu memberikan penjelasan, dan solusi atas persolan tersebut,” tutup Finsen Sangu.
Halaman







Tinggalkan Balasan