Sedangkan, tingkat inklusi keuangan di NTT sebesar 60,63 persen berada di bawah tingkat inklusi keuangan nasional yaitu 76,19 persen.
“Literasi keuangan adalah kemampuan masyarakat mengetahui tentang informasi produk keuangan, sedangkan inklusi keuangan adalah penggunaan produk tersebut oleh masyarakat,” ujar Dony.
Dia menambahkan, target inklusi keuangan dari Presiden Joko Widodo untuk tahun 2024 adalah 90 persen. Oleh karena itu, program KEJAR merupakan upaya untuk mengejar target tersebut.
Tak hanya itu, OJK juga melakukan berbagai kegiatan edukasi rutin untuk membantu memperkenalkan produk keuangan. Bahkan, OJK juga telah membuat dan mencetak buku menyesuaikan kurikulum terbaru yang bisa diakses di laman OJK sikapiuangmu.ojk.go.id atau laman perpustakaan Provinsi NTT arprus.nttprov.go.id.
Di akhir kegiatan, Bank NTT menyerahkan secara 1000 tabungan Simpel (Simpanan Pelajar) bagi siswa dan siswi di Kota Kupang.*



Tinggalkan Balasan