Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, Hari Pendidikan Nasional harus dijadikan sebagai momentum untuk membangkitkan semangat belajar di masa pandemi, yang masih melanda dunia, dengan mewujudkan “Merdeka Belajar”.

“Kemerdekaan berpikir dan berekspresi dalam membangun digitalisasi aspek perbankan, harus dimulai dari usia dini dengan keterlibatan orang tua dan guru,” ujar Alex Riwu Kaho kepada wartawan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pendidikan di NTT, Bank NTT dan OJK memberikan tabungan bagi 1.000 pelajar dalam program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan inklusi keuangan, dari Mei sampai Oktober 2021.

Sementara Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi mengatakan, literasi keuangan akan disinkronkan di dalam kurikulum pendidikan sehingga bisa dimulai sejak usia dini.

Kasubag Adm/Plh. Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi NTT, Dony Prasetio mengatakan, berdasarkan survey nasional literasi dan inklusi Keuangan pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan di NTT hanya sebesar 27,82 persen, berada di bawah nasional sebesar 38,03 persen.