“Dampaknya sangat dirasakan masyarakat petani yang desanya terdampak langsung bencana banjir. Sehingga ribuan hektar lahan jadi rusak, tidak dapat dimanfaatkan dan mengalami kekeringan air hingga saat ini,” jelasnya.
Fransiskus menjelaskan, dari hasil pendataan, ditemukan ada sawah yang sangat kekurangan air, akibat putusnya saluran induk Bendung Benenain, di Desa Kakaniuk. Sehingga persoalan itu harus segera ditangani.
“Kita mendata lahan warga yang saat ini kekurangan air dan butuh intervensi penanganan segera, sehingga tidak terjadi gagal panen yang dapat merugikan masyarakat,” terangnya.
Dia merincikan, data yang diperoleh Dinas Pertanian terkait kerusakan lahan warga di Kecamatan Malaka Barat adalah luas lahan 1050 Ha, kerusakan akibat banjir seluas 750 Ha, dan mengalami 145 Ha sawah mengalami kekeringan.
Sementara di Kecamatan Weliman, luas lahan 837 Ha. Yang mengalami kerusakan akibat banjir seluas 629,7 Ha, mengalami kekeringan seluas 202,3 Ha. Di Kecamatan Io Kufeu, luas lahan 208 Ha, kerusakan akibat banjir seluas 25,8 Ha



Tinggalkan Balasan