Dia memiliki suara yang lembut, selaras keteduhan wajah dan kesopanan gaya bicaranya kepada semua orang yang dia temui saat menjual ikan.

“Setiap hari, saya harus menjual di berapa kampung diantaranya, kampung Marang, Kengko, Bo, Rewung, dengan berjalan kaki,” ujar Yogi kepada Koranntt.com belum lama ini.

Dia mengisahkan mulai menjadi penjual ikan keliling sejak 2019 lalu dan upah yang diterima setiap hari adalah Rp10.000.

Uang yang diperoleh dari hasil kerja itu, selain digunakan untuk menabung, juga untuk membeli keperluan pribadinya, hingga mencukupi kebutuhan keluarga di rumah.

Yogi saat menjual ikan / Foto: Yhono Hande

“Untuk membeli baju, buku, alat tulis, tas, sepatu, dan minyak tanah untuk keperluan masak Mama di rumah,” jelasnya.

Dalam pengakuannya, Yogi tidak pernah merasa malu, karena punya niat yang kuat untuk membantu orang tua. “Memang saya tidak malu Ka’e (Kak),” ungkap Yogi

Ditanya soal cita-citanya, Yogi mengaku ingin menjadi seorang Polisi. “Cita-cita saya jadi seorang Polisi Kak,” ungkap Yogi sambil berharap dengan cita-citanya dapat tercapai.*