Kisah Bocah Penjual Ikan Keliling di NTT, Punya Cita-cita Menjadi Polisi

  • Bagikan
Yogilius Sudarto / Foto: Yhono Hande

Borong, KN – Terik matahari siang itu seolah tak mengurangi semangat dari seorang bocah penjual ikan, untuk menjajahkan jualannya dari rumah ke rumah.

Meski usianya baru 12 tahun, dia berani bertarung dengan kerasnya kehidupan. Dia sudah belajar bertanggung jawab untuk mencari dan membantu orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan dalam keluarga.

Bocah penjual ikan keliling itu bernama Yogilius Sudarto. Dia anak ketiga dari Belasius Jeharu dan Vitalia Nurjaya. Mereka berasal dari kampung Marang, Desa Tango Molas Kecamatan Lamba Leda Timur, Manggarai Timur, NTT.

Berbekal sebuah ember berwarna hitam berukuran sedang dan beralaskan kain di pundaknya, bocah kelas 5 SD ini menjinjing jualannya berkeliling di berbagai permukiman warga, di Manggarai Timur.

Yogi mengisahkan mulai beraktivitas sebagai pejual ikan keliling pada pukul 12:00-13:00 wita, usai sekolah. Yogi sendiri merupakan salah satu siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wejang Nendong Manggarai Timur.

Suara teriakan Yogi saat menjual ikan pun sangat khas. Para pelanggan atau pembeli di wilayah tersebut sudah tahu bahwa itu adalah suara Yogi.

BACA JUGA:  Polisi Gelar Olah TKP, Saksi Bantah Pengakuan Romanus Dadu

Dia memiliki suara yang lembut, selaras keteduhan wajah dan kesopanan gaya bicaranya kepada semua orang yang dia temui saat menjual ikan.

“Setiap hari, saya harus menjual di berapa kampung diantaranya, kampung Marang, Kengko, Bo, Rewung, dengan berjalan kaki,” ujar Yogi kepada Koranntt.com belum lama ini.

Dia mengisahkan mulai menjadi penjual ikan keliling sejak 2019 lalu dan upah yang diterima setiap hari adalah Rp10.000.

Uang yang diperoleh dari hasil kerja itu, selain digunakan untuk menabung, juga untuk membeli keperluan pribadinya, hingga mencukupi kebutuhan keluarga di rumah.

Yogi saat menjual ikan / Foto: Yhono Hande

“Untuk membeli baju, buku, alat tulis, tas, sepatu, dan minyak tanah untuk keperluan masak Mama di rumah,” jelasnya.

Dalam pengakuannya, Yogi tidak pernah merasa malu, karena punya niat yang kuat untuk membantu orang tua. “Memang saya tidak malu Ka’e (Kak),” ungkap Yogi

Ditanya soal cita-citanya, Yogi mengaku ingin menjadi seorang Polisi. “Cita-cita saya jadi seorang Polisi Kak,” ungkap Yogi sambil berharap dengan cita-citanya dapat tercapai.*

  • Bagikan