Kemudian, katanya, dia dihubungi oleh Pak Budi, bahwa ayahnya mengalami kecelakaan, sehingga dia dan ibunya diminta segera ke lokasi kecelakaan.

“Dari situ saya mulai curiga, karena Pak Budi bilang langsung datang saja ke tempat celaka dengan mama. Sehingga saya sudah bisa simpulkan sendiri,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, tiga hari sebelum kecelakaan, ayahnya memberikan sepeda kepadanya dan berpesan bahwa harus rajin berolahraga.

“Karena bapak melihat saya jarang sekali berolahraga. Bapak bilang, harus rajin olahraga nak, karena sehat itu mahal. Kalau kita sakit, belum tentu orang urus kita,” ungkapnya meniru pesan ayahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Afwan Bimantoro meminta kepada pihak kepolisian agar kronologi kecelakaaan dijelaskan secara terbuka, dan jangan ada yang ditutupi.

Menurutnya, pihak keluarga tidak mengetahui pasti kronologi kecelakaan dan hanya mendapatkan informasi, bahwa terjadi tabrakan antara truk pengangkut sampah milik TNI, dengan ayahnya serta beberapa kendaraan lainnya.