Menurutnya, membangun rumah bagi masyarakat Alor adalah sebuah proses panjang dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Namun dengan bantuan yang diberikan oleh Yayasan Hands of Hope Indonesia, pihaknya telah merenovasi 8 unit rumah warga yang terdampak bencana badai siklon tropis seroja.
“Beruntung, ketika harapan akan sirna, selalu ada tangan yang hadir memberikan sukacita. Kami bisa membangun kembali 8 buah rumah di tahap pertama berkat donasi dari Hands of Hope Indonesia dan semua donatur,” tulis El Asamau melalui akun facebooknya.

Dia berharap, pembangunan rumah bisa segera diselesaikan, sehingga warga yang berada di pengungsian secepatnya pulang kembali ke rumah mereka masing-masing. “Terima kasih semua tangan yang sudah bersedia memberikan,” tandasnya.
Satra S. Oekoto selaku penerima bantuan dari Hands of Hope Indonesia, mengaku bersyukur atas sumbangan yang telah diberikan.
Ketua RT 5 Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ini menjelaskan, saat itu tim Yayasan Hands of Hope Indonesia berjalan dari rumah ke rumah dan melihat rumah warga secara langsung.
Jika ada kerusakan, langsung dibantu, baik dalam bentuk seng, maupun semen, sesuai dengan kebutuhan perbaikan rumah.
“Kebetulan, saya adalah salah satu penerima, dan dalam wilayah RT 5, banyak juga warga yang mendapatkan bantuan dari Hands of Hope Indonesia,” ujar Satra kepada wartawan.

Sedangkan koordinator penyaluran bantuan Yayasan Hands of Hope Indonesia, Chalaverda Skonye menyampaikan, sembako disalurkan langsung, berdasarkan data kepala keluarga yang terdampak bencana.
“Sedangkan untuk bahan bangunan, kita langsung door to door melihat keadaan di lapangan. Kita bantu sesuai kebutuhan masyarakat,” ucap Chalaverda.







Tinggalkan Balasan