Kupang, KN – Badai siklon tropis seroja yang menghantam NTT pekan silam menyisakan berbagai pekerjaan rumah yang harus dibereskan.

Kurangnya persiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana ini menyebabkan fungsi koordinasi tidak berjalan dengan baik.

Hasilnya para Kepala Daerah di Nusa Tenggara Timur bersama perangkatnya kerap berselisih pendapat terkait penanganan bencana yang merenggut 181 jiwa itu.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD NTT, Emilia Julia Nomleni berharap kepada semua pihak agar tidak saling menyalahkan, dalam penanganan dampak bencana siklon tropis seroja.

“Saya harap tidak pakai marah-marah juga. Karena kalau kita saling menyalahkan, kasihan masyarakat. Mereka akan bingung,” ungkap Emi Nomleni kepada wartawan di Posko Tanggap Darurat Bencana Pemprov NTT.

Menurutnya, tidak perlu marah terhadap pemerintah tingkat bawah, terkait penanganan bencana yang melanda masyarakat Nusa Tenggara Timur

“Ada saatnya, tetapi untuk sekarang tidak usah menggunakan cara seperti itu,” jelas Emi Nomleni yang juga menjabat Ketua DPD PDIP NTT itu.

Sebelumnya, pasca bencana badai seroja, politisi PDIP itu langsung meninjau lokasi bencana di wilayah Kabupaten Kupang, dan mendengar banyak keluhan dan aspirasi masyarakat terkait kinerja Bupati.

“Saya bilang tidak ada urusan dengan Bupati. Karena saya hanya datang dan melakukan apa yang bisa saya buat, serta mendapat informasi yang akan diteruskan ke pemerintah,” ucap Emi Nomlemi.

Dengan meninjau lokasi bencana, Emi Nomleni membawa serta sejumlah paket sembako untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Kupang.

Kelola Bantuan Sembako

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Emilia Julia Nomleni berharap agar seluruh bantuan sembako yang disalurkan dari berbagai donatur harus dikelolah secara baik, dan tidak menumpuk pada satu tempat

Hal itu dilontarkan Emi Nomlemi, karena melihat banyaknya masyarakat terdampak badai siklon tropis seroja, yang masih sangat kesulitan bahan makanan, maupun kebutuhan lainnya.