Kupang, KN – Sejumlah wilayah di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dilanda bencana banjir bandang karena intensitas curah hujan yang tinggi, pada Minggu 4 April 2021.
Akibat peristiwa ini, puluhan rumah warga dan bangunan lainnya ambruk tertimpa material banjir. Puluhan warga dilaporkan meninggal dunia dan sebagiannya hilang.
Meski banyak rumah yang hancur, namun patung Yesus dan Bunda Maria yang terletak di salah satu Gereja Katolik di wilayah Kecamatan Ile Ape tetap berdiri kukuh.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, tampak dua patung Yesus dan Bunda Maria tetap berdiri kukuh, meski Gereja tersebut dihantam banjir bandang.
Dokumentasi tersebut juga menggambarkan kondisi rumah yang dipenuhi batu besar yang berserakan disekitar patung Yesus dan Bunda Maria.
“Mukjizat bagi kami Tuhan. Bunda Maria, Tabernakel, Tuhan Yesus dan Salib Kristus masih berdiri utuh,” ujar salah satu korban banjir yang mendokumentasikan kejadian itu sambil menangis.
Diberitakan sebelumnya, bencana banjir bandang di Kabupaten Lembata, melanda Desa Waowala, Desa Tanjung Batu, Desa Lamawara dan Desa Amakaka di Kecamatan Ile Ape.
Puluhan rumah dikabarkan rusak berat dan korban berjatuhan. Bahkan, sebagian korban belum ditemukan akibat terseret banjir.
Sementara korban luka-luka yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Puskesmas Waipukang, Kecamatan Ile Ape untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Desa Amakaka, Erwin Yofi mengatakan, puluhan korban hilang serta rumah warga pun lenyap terbawa banjir bandang.
“Tolong, Amakaka berduka
Berapa puluh jiwa melayang dan berapa puluh rumah hilang.
Minta tolong evakuasi warga yang tertimbun,” tulis Kades Amakaka, Erwin Yofi dalam status facebooknya.
“Saya tidak sanggup. Masih ada jiwa yang hilang. Kejadian sekitar jam 1.30 dini hari,” sambungnya lagi.
Sementara itu, petugas dari BPBD Kabupaten Lembata saat ini sedang diarahkan untuk menuju lokasi bencana.
Simak videonya di atas.*



Tinggalkan Balasan