“Total rumah yang dibakar saat itu kurang lebih 14 unit. Sedangkan rumah yang dirusaki massa sekitar 6 unit. Selain itu ada hewan milik warga juga dibunuh dan dibiarkan mati begitu saja,” ujarnya.
Dia menambahkan, rumah yang dibakar pada tanggal 28 Maret 2021 adalah rumah yang lokasinya di luar lahan sengketa.
Yusak juga membantah pemberitaan salah satu media yang menyatakan dirinya memimpin warga untuk melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah.
“Berita itu sama sekali tidak benar. Karena saya tidak mungkin memimpin massa membakar rumah saya sendiri, dan rumah warga yang telah memilih saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Pendeta Gereja Gibeon Bone, Erna Ratu Eda Fanggidae, S.Th menyampaikan dirinya bahkan diancam untuk dibunuh oleh sekelompok massa tak dikenal tersebut.
“Waktu itu saya sedang pimpin sidang majelis. Salah satu majelis saya datang dan menyampaikan bahwa Gereja akan diserang. Maka lonceng gereja terus dibunyikan,” ujar Pdt. Erna Fanggidae.
Dia mengaku melihat mobil truk berwarna kuning yang melaju menuju arah Gereja Gibeon Bone, dengan memuat massa yang lengkap dengan busur dan anak panah.





Tinggalkan Balasan