Selang beberapa saat kemudian, mereka didatangi oleh sekelompok massa tak dikenal. Orang-orang tersebut datang dan bertemu dengan warga yang rumahnya digusur.
“Terjadilah adu mulut dan semakin panas, karena terjadi lemparan antara warga dan orang tak dikenal tersebut. Karena di situ lebih banyak anak-anak, dan orang tua, serta ibu-ibu, maka saya menganjurkan untuk kami menghindar ke hutan,” ungkapnya.
Sekelompok massa tak dikenal tersebut kemudian terus menyerang dan menghancurkan sepeda motor milik warga yang berjumlah sekitar 10 unit.
Situasi saat itu semakin memanas, ditandai dengan bunyi tiang listrik dan lonceng gereja, disertai dengan teriakan, dan warga memilih lari menghindar ke dalam hutan.
“Saya melihat sekelompok massa menggunakan truk berwarna kuning mulai melaju ke sini. Ada bunyi-bunyian dan asap mengepul ke atas. Mereka mulai membakar dan terakhir mereka membakar rumah saya. Rumah saya dibakar, berarti saya salah satu orang yang terancam,” kata Kades Taloetan.
Merasa dirinya terancam Yusak bergegas untuk menghindar dan meminjam sepeda motor melarikan diri ke Kupang untuk berlindung bersama istri dan anaknya.





Tinggalkan Balasan