“Memang sekolah ini baru berdiri dua tahun. Tetapi kita jelaskan sejarahnya kepada mereka dengan menyiapkan gambar dan foto, sehingga mereka ingat kembali moment mereka di tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sedangkan making friendship salad melibatkan para guru dan siswa, karena BMS Kupang tidak hanya fokus pada akademik siswa, tetapi juga mengajarkan mereka untuk menghadapai dunia luar.

“Jadi siswa mempraktekan aktivitas yang akan mereka lakukan ketika dewasa nanti. Sehingga kita buat salad bersama sebelum tiup lilin ulang tahun sekolah,” jelasnya.

Pada perayaan singkat tersebut, para guru juga menyisipkan acara dance untuk menghibur siswa.

“Kalau secara offline kan kita bisa kumpul bersama. Tetapi dirayakan secara online, jadi kita harus kemas sesimpel mungkin, sehingga anak-anak bisa enjoy,” imbuh Geovanina Dasilva.*