Rangkaian acara diawali dengan welcoming dance dari para guru, dengan menyiapkan tarian untuk menghibur siswa-siswi yang mengikuti seluruh kegiatan HUT ke-2 BMS Kupang.

Koordinator TK Buoyant Montessori School Kupang, Sintje Melinda Natalia Kefi mengatakan, untuk merayakan HUT ke-2 sekolah, para guru juga menyiapkan permainan wayang.

Guru juga menceritakan sejarah awal Buoyant Montessori School Kupang didirikan, dan dilanjutkan dengan kegiatan dekorasi dengan tujuan membuat siswa menjadi enjoy.

“Selain permainan wayang dan dekorasi, kami juga ceritakan sejarah awal sekolah kepada para siswa-siswi di HUT ke-2 BMS ini,” kata Sintje Melinda kepada wartawan.

Pada momentum tersebut, para guru berharap agar murid tetap enjoy dan mempunyai semangat belajar yang tinggi, serta memiliki kepribadian yang lebih baik.

“Semoga melalui perayaan sederhana ini, diharapkan siswa lebih lebih semangat belajar dan menjadi pribadi yang baik. Guru juga semakin termotivasi memberikan yang terbaik bagi pendidikan,” jelasnya.

Sementara Koordinator SD Buoyant Montessori School Kupang, Geovanina Givens Dasilva menyampaikan, perayaan HUT ke-2 BMS dikemas dalam beberapa rangkaian acara, seperti menceritakan sejarah sekolah dan making friendship salad.

“Memang sekolah ini baru berdiri dua tahun. Tetapi kita jelaskan sejarahnya kepada mereka dengan menyiapkan gambar dan foto, sehingga mereka ingat kembali moment mereka di tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sedangkan making friendship salad melibatkan para guru dan siswa, karena BMS Kupang tidak hanya fokus pada akademik siswa, tetapi juga mengajarkan mereka untuk menghadapai dunia luar.

“Jadi siswa mempraktekan aktivitas yang akan mereka lakukan ketika dewasa nanti. Sehingga kita buat salad bersama sebelum tiup lilin ulang tahun sekolah,” jelasnya.

Pada perayaan singkat tersebut, para guru juga menyisipkan acara dance untuk menghibur siswa.

“Kalau secara offline kan kita bisa kumpul bersama. Tetapi dirayakan secara online, jadi kita harus kemas sesimpel mungkin, sehingga anak-anak bisa enjoy,” imbuh Geovanina Dasilva.*