“Tetapi hari ini, Biro Umun menunjukan bagaimana mengintegrasikan komunitas Sorgum menjadi multi fungsi. Karena tidak hanya hasilkan beras Sorgum, tetapi batangnya juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” jelasnya.
Lecky menjelaskan, sejak tahun 2020 pihaknya telah menanam sebanyak 2.800 Ha tanaman sorgum, dan tahun 2021 menuju 3.200 Ha.
“Kami minta Pak Gubernur untuk berikan kami 50.000 Ha dan kita akan mensorgumkan NTT, dengan mengintegrasikannya dengan Dinas Peternakan dan Perindag, sehingga berdampak signifikan,” ungkapnya.
Hal tersebut dilakukan untuk memecahkan berbagai macam persoalan, terutama kemiskinan, pendapatan masyarakat, serta masalah stunting di NTT.
“Jadi ini tentu suatu langkah yang baik. Sehingga kita akan kembangkan lebih luas lagi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di NTT,” tandas Lecky Koli.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, M. Nasir Abdullah mengatakan, pihaknya menyiapkan 500 unit mesin untuk mengolah batang Sorgum menjadi pakan ternak.
“Karena mesin ini punya ketangguhan dalam satu hari bisa hidup selama 16 jam. Sehingga kalau lahan satu hektar bisa habis dalam waktu 3 hari, jika kita kerja serius. Tinggal Dinas Peternakan memanfaatkan pakannya. Karena saya hanya siapkan mesin,” imbuh Nasir M. Abdullah.



Tinggalkan Balasan