Menurutnya, Sorgum merupakan tanaman yang sangat cocok dikembangkan di NTT, karena setahun bisa dilakukan panen selama tiga kali.
Sorgum yang ditanam tersebut merupakan varietas baru tipe Bioguma 3, dan juga merupakan pakan ternak dengan gizi yang cukup tinggi.
“Kita akan kelimpahan pakan ternak jika kita mau tanam. Kita harapkan seluruh Bupati dan Wali Kota di NTT bisa menghubungi kami untuk mendapatkan bibit,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, mengapresiasi Karo George Hadjoh yang telah memanfaatkan tanah kosong menjadi sebuah lahan produktif.
“Ini merupakan sebuah motivasi dan inspirasi bagi masyarakat NTT, bahwa setiap usaha kalau dioptimalkan secara baik, maka akan mendatangkan berbagai macam manfaat. Baik manfaat ekonomi, sosial, maupun manfaat ekologi,” kata Lecky Frederich Koli.
Menurutnya, Sorgum merupakan komoditi yang sudah dikembangkan sejak 50 tahun silam. Namun tidak berkelanjutan, karena berbagai keterbatasan terutama pada aspek pasar.



Tinggalkan Balasan