Satu-satunya Injil yang menyebut pemakaian daun Palma adalah Yohanes 12:13. Di sana tertulis “Mereka (orang banyak) mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru: Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”
Arti dari daun palma itu menjadi jelas dari konteks ceritanya, yaitu peristiwa Yesus dielu-elukan, disoraki, disalami sebagai raja, yang datang dalam nama Tuhan untuk membawa damai.
Maka daun palma yang dilambai-lambaikan merupakan tanda pujian dan kemuliaan, kemenangan dan damai.
Dalam Gereja Katolik, sebelum dibagikan kepada umat saat perayaan Minggu Palma, daun Palma terlebih dahulu diberkati oleh Imam.
Daun yang digunakan pun, tak hanya Palma. Beberapa negara yang tak memiliki Palma menggunakan tanaman lokal seperti bunga dan ranting pohon.
Daun Palma yang telah telah diberkati dan dibagikan, biasanya dibawa pulang oleh umat ke rumah, sebagai tanda atau simbol persiapan menyambut Hari Raya Paskah.*





Tinggalkan Balasan