“Hpnya juga tidak aktif. Saya sempat kontak beberapa kawannya dan awak kapal, namun mereka bilang tidak mengetahuinya,” tandasnya.
Hingga korban ditemukan, terdapat dua buah pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Namun Meike tidak tahu menahu tentang kedua pisau tersebut.
“Saya tidak tahu. Karena pisau itu saya tidak pernah lihat sebelumnya, dan bukan pisau di kos saya. Kita tidak ada pisau begitu. Kalau pisau saya di kos, polisi sudah bawa,” jelasnya menambahkan.
Dia mengaku melihat sendiri pisau yang ada di lokasi kejadian tempat Kisman ditemukan. Namun pisau tersebut bukan miliknya atau milik suaminya.
Meike mengaku telah hidup bersama Kapten Kisman selama 2 tahun terakhir di Tenau, Kota Kupang. Kisman dikenal sebagai orang baik dan rajin ke gereja serta memiliki penyakit bawaan seperti gula darah.
Kapten Kisman sendiri telah dibawa ke Manado pada Kamis 25 Maret 2021, untuk dimakamkan oleh keluarga.
Nantikan tulisan berikut terkait kedatangan istri pertama atau istri sah Kapten Kisman bertepatan di hari Kapten Kisman dinyatakan hilang.*



Tinggalkan Balasan