Dia menjelaskan, pola pendidikan tersebut, dapat memberikan kontribusi langsung kepada siswa/i, keluarga, provinsi maupun negara.
Sebab yang menjadi persoalan utama di NTT saat ini adalah, siswa/i sulit mencari dan mendapatkan pekerjaan setelah menamatkan studi di jenjang SMA/SMK maupun Perguruan Tinggi.
“Padahal SMK itu kompetensinya bisa langsung digunakan pada saat sudah menyelesaikan proses belajarnya di sekolah. Jadi setelah tamat SMK, jangan cari kerja. Tetapi buatlah lapangan pekerjaan sendiri,” terang Gubernur Laiskodat.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyiapkan sejumlah lembaga perbankan yang siap memberikan modal, dan pendampingan bagi yang mau berwirausaha.
“Ada lembaga yang sudah kita siapkan. Baik dari Bank NTT maupun perbankan lainnya. Nanti kita buat KUR dan akan didampingi secara baik, sehingga keberhasilan itu pasti didapatkan,” jelasnya.
Dia mengingatkan, jika ada generasi muda yang ingin menjadi pengusaha pertanian, diharapkan segera berdiskusi bersama Kepala Daerah, Kepala Dinas, bahkan Gubernur



Tinggalkan Balasan