Menurutnya, tipologi jaringan harus diubah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi user (siswa) dalam melaksanakan ujian. Agar fokus siswa hanya pada soal yang diujikan.

“Aplikasi ini dirancang khusus dan bisa digunakan dalam mode ofline dan tidak menghabiskan banyak data. Selain itu siswa tidak terganggu dengan notifikasi seperti bug serta chace penelusuran dalam google,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran aplikasi memudahkan peserta untuk mengakses dari rumah, namun tetap terpusat pada satu server yang dikendalikan langsung oleh admin MAN.

“Dengan begitu, kemungkinan kecurangan pun sangat tipis. Para siswa-siswi tetap terpantau mengerjakan secara jujur dalam ujian Madrasah dan ujian sekolah,” imbuh Alkhaidir.

Kepala Madrasah Aliyah Negeri Lembata, Abdulah Malik, S.Pd saat memonitor langsung proses ujian mengatakan, Madrasah harus dapat memotivasi siswa-siswinya dalam menghadirkan pembelajaran dan ujian berdasarkan tuntutan zaman yang serba digital.

“Covid-19 bukan sebuah halangan untuk melakukan trobosan-trobosan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun Madrasah harus tampil beda untuk melahirkan karya-karya baru. Jangan berpikir biasa-biasa saja, tetapi harus berpikir luar biasa,” tandasnya.