“Kami masyarakat tidak terima. Karena kami sudah korbankan lahan kami, sehingga pengerjaan drainase maupun jalan harus berkualitas. Kalau kontraktor bekerja asal-asalan seperti ini maka kami tolak,” tegasnya.
Masyarakat hanya ingin pengerjaan infrastruktur di Kabupaten Alor, harus berkualitas dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, dan bisa dinikmati oleh generasi berikut.
“Kami tidak mau proyek dikerjakan dengan asal-asalan dan digunakan hanya sebentar saja. Jadi kami minta kontraktor harus perhatikan kualitas jalan. Kami juga minta pemerintah untuk segera turun periksa jalan ini,” jelas Imanuel.
Dia menambahkan, penggusuran jalan juga sangat tidak adil bagi masyarakat. Karena sebagaian lahan milik masyarakat tidak digusur kontraktor, untuk proyek dimaksud.
“Kami lihat penggusuran itu tidak adil. Karena sebagaian lahan masyarakat tidak digusur. Padahal dari titik nol depan Rumah Sakit Kokar, sudah digusur di sisi kiri dan kanan. Jadi seharusnya sampai titik akhir harus digusur bagian sisi kiri dan kanan juga,” ucap Imanuel dengan nada protes.



Tinggalkan Balasan