Menurut dia, soal Wakil Bupati, mestinya diberikan kepada koalisi lain. Jika hari ini ada dua nama, satu dari Golkar dan satu dari partai Nasdem, maka yang harus didorong adalah Nasdem, karena Partai Golkar sudah mendapat posisi Bupati.
“Ini kan bukan paket baru, tapi melanjutkan yang sudah ada hanya karena posisi tersebut lowong,” terang Ahmad Atang.
Ia menambahkan, melihat polemik yang terjadi sampai hari ini belum diputuskan siapa yang akan diakomodir, semestinya proses politik harus ada yang namanya win-win solution.
“Sehingga saya menduga, ada kemandekan negosiasi. Yang menjadi pertanyaanya, kira-kira konsensus apa yang dibangun di belakang layar, sehingga bisa clear satu di antara dua nantinya,” tutup Ahmad Atang.*







Tinggalkan Balasan