“Komunikasi bagian dari etika, justru Golkar tidak beretika,” tegas Chen Abubakar.
Menurutnya, sejak awal PDI Perjuangan telah menginisiasi untuk mengisi kekosongan tersebut.
“Kami juga ditawari menjadi wakil Bupati, namun karena menjaga etika, kami memberikan ruang kepada partai lain,” ujar Abubakar.
Ia mengajak semua partai politik untuk membangun komunikasi, sehingga proses penjaringan calon Wakil Bupati Ende bisa segera diselesaikan.
“Sekarang semua harus dipimpin oleh Golkar untuk membangun komunikasi. Ini kan hanya soal kebiasaan. Kebiasaan dan etika hanya bisa dijaga dengan komunikasi,” ucap Chen Abubakar.
Sementara itu, pengamat politik Universitas Muhammadyah Kupang, Ahmad Atang mengatakan, pada koalisi Pilkada 2018, Golkar tidak mengajukan posisi Wakil Bupati Ende.
“Golkar sudah diakomodir dengan hadirnya Alm. Marsel Petu, sebagai Bupati. Dengan adanya tarik menarik polemik Wakil Bupati, semestinya Golkar tidak ngotot karena mereka sudah mengambil posisi sebagai Bupati,” jelas Ahamad Atang kepada wartawan.







Tinggalkan Balasan