Ia menuturkan, Partai Golkar diakui Negara dan memiliki subyek hukum, di mana, di dalam Partai itu sendiri ada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, sehingga tidak bisa mencoret semaunya.
Semestinya, kata Kasimirus, hari ini partai koalisi berdebat soal apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, bukan malah mencoret satu dari tiga nama calon yang ada.
“Kalau soal mencoret satu dari tiga nama yang ada, saya kira anak yang berpendidikan usia dini pun juga bisa. Ada keunggulan apa partai lain, sehingga satu nama dari partai Golkar dicoret?” tanya Kasimirus.
Ia mengajak partai koalisi agar membangun argumentasi yang mendasar, sehingga sosok yang terpilih nantinya sesuai dengan keinginan masyarakat Kabupaten Ende.*
Halaman





Tinggalkan Balasan