Sementara itu, warga lainnya yang juga hadir saat kegiatan reses yaitu Largus Encek menjelaskan, ia memiliki 1/2 ha sawah. Biasanya, saat sekali tanam, dirinya menerima pupuk sebanyak 100 Kg Pupuk Urea dan 100 Kg Pupuk NPK.
Namun pada musim tanam di tahun 2021 ini, Largus hanya mendapatkan 25 Kg Pupuk Urea dan 7 Kg Pupuk NPK. Menurutnya, kekurangan pupuk ini akan berdampak pada proses pertumbuhan tanaman, dan mengakibatkan kurangnya penghasilan saat panen.
“Kami sangat berharap kepada pemerintah untuk memberikan penjelasan kepada kami kira-kira penyebab kelangkaannya apa?” tanya Largus.
Menanggapi usulan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Kartianus Durun menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat ia akan memperjuangkan aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat.
“Saya merasa bangga dan bahagia bisa mendengarkan sejumlah informasi dan aspirasi dari masyarakat, dan tugas saya sebagai anggota DPRD salah satunya adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
“Saya akan menyampaikannya kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai. Usulan ini juga akan saya sampaikan pada sidang DPRD pasca reses,” pinta Kartianus.





Tinggalkan Balasan