“Keluarga saya ikut terpukul. Bahkan keberadaan pers di Manggarai juga terancam hilang karena akun-akun palsu ini patut diwaspadai. Karena saya menduga bahwa ini bagian dari pembungkaman terhadap kebebasan pers di Manggarai,” tegas Jo.

Jurnalis senior itu meminta kepada Kapolres Manggarai, agar siapa pun yang mengelola akun Belasius Beben Tobat agar segera diproses secara hukum yang berlaku. Jo pun mengakui, jadi orang yang mengelola akun Belasius Beben Tobat itu ada. Sekarang kata dia, tidak mungkin bisa mengalahkan kepolisian. Tidak mungkin institusi Polri itu bisa dikalahkan oleh permainan akun Belasius Beben Tobat. Untuk itu, dirinya mewakili kelompok masyarakat lain yang pernah mengalami fitnah dan penghinaan keji dari postingan Belasius Beben Tobat ingin mencari keadilan hukum.

“Saya meminta kepada Polres Manggarai untuk mengungkap dan menuntaskan kasus ini demi keadilan hukum,” tegas Jo.

Secara terpisah, Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Paur Subag Humas Polres Manggarai, IPDA I Made Mudiarsa mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia berjanji, akan meneruskan pengaduan tersebut kepada Kapolres Manggarai untuk kemudian dilakukan disposisi. Selanjutnya, kata dia, akan diproses lebih lanjut melalui Satreskrim Polres Manggarai untuk kemudian dimulai proses penyelidikan dan penyidikan.